Universitas Brawijaya Kukuhkan Empat Gubes Sekaligus - CAKRA HIMAS FKIP UNSYIAH

Breaking

Tuesday, April 19, 2016

Universitas Brawijaya Kukuhkan Empat Gubes Sekaligus

Ilustrasi Topi Toga @Doc. Google

Malang - Universitas Brawijaya (UB), Malang mengukuhkan empat guru besar sekaligus. Satu besar dari Fakultas Pertanian, dua dari Fakultas Teknologi Pertanian serta satu lainnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Keempat guru besar yang dikukuhkan di Gedung Widyaloka Kampus setempat, di Malang, adalah Prof Yunianta (Fakultas Teknologi Pertanian), Prof Titiek Islami (Fakultas Pertanian), Prof Wignyanto (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Prof Noermijati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

"Kami ini produk guru besar 2015 dan pengukuhannya juga dilakukan bersama-sama," kata Prof Titiek Islami, di sela pengukuhannya bersama tiga guru besar lainnya, seperti dilansir Antara, Selasa (19/4/2016).

Dari keempatnya, hanya Prof Titiek Islami yang pengurusan gelar profesornya paling cepat, yakni enam bulan. Sedangkan tiga guru besar lainnya dilakukan sejak 2010 dan SK-nya turun bersamaan pada 2015.

Prof Titiek Islami dalam pidato pengukuhannya mengambil judul "Peningkatan dan Keberlanjutan Hasil Tanaman Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan pendekatan Ekofisiologi Tanaman". Sedangkan Prof Noermijati dari FEB, pidato pengukuhannya berjudul "Tanggapan Persaingan di Era Global Melalui Pengembangan Sumberdaya Manusia dan Pengelolaan pada Keragaman".

Kemudian Prof Wignyanto mengambil judul pidato ilmiah "Problematika Limbah Deterjen dan Solusinya dengan Biodegradasi dan Bioremediasi", serta Prof Yunianta menyampaikan pidato ilmiah berjudul "Peningkatan Nilai Tambah Bahan Hasil Pertanian dengan Mamafaatkan Proses Ensimatis".

Wakil Rektor I Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Kusmartono menyatakan, pihaknya terus mendorong percepatan guru besar di kampus tersebut. Pengukuhan empat guru besar baru ini, menjadikan Universitas Brawijaya memiliki 224 guru besar.

"Namun jumlah guru besar itu belum mencapai 20 persen. Tahun ini ada 12 doktor lagi yang terus kami dorong agar segera menjadi guru besar. Memang untuk memperoleh gelar tertinggi akademik guru besar tidak mudah, karena ada persyaratan yang sulit, di antaranya adalah persyaratan di Kemristekdikti yakni harus ada publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus," katanya pula.

Sumber: okezone.com
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment