![]() |
| Situasi demonstrasi yang ricuh di Kampus ISBI Aceh. @Doc. Istimewa |
Kepastian pemanggilan Rektor ISBI Aceh, disampaikan Inspektur III Kemenristek Dikti, Yohanes Indroyono Ak MM menjawab Serambi di Jakarta, Senin (5/6). “Kita pasti panggil Rektor ISBI untuk mendapat penjelasan dan keterangan persoalan di tubuh ISBI,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Inspektorat Kemenristek Dikti sudah mendapat laporan tentang ribut-ribut di ISBI, tapi Irjen perlu mendengarkan juga penjelasan dari rektor. “Kami bekerja berdasarkan fakta, karena itu harus kami periksa,” ucap Yohanes.
Seperti diberitakan sebelumnya, 29 dosen ISBI menyampaikan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Rektor ISBI yang gagal membawa kampus ke arah lebih baik.
Mosi tidak percaya juga diikuti peletakan jabatan oleh 13 dosen yang mendapat tugas tambahan, yaitu lima koordinator program studi, dua ketua jurusan, tiga kepala UPT, anggota Satuan Pengawas Internal atau SPI dan satu sekretaris lembaga. Hal ini berakibat lumpuhnya administrasi kependidikan di ISBI.
Selain itu, mahasiswa ISBI juga menggelar aksi pada 2 Juni 2017 dengan tuntutan rektor mundur dan mempertanggungjawabkan kinerja. Tapi aksi tersebut tercoreng oleh tindakan aparat kepolisian yang masuk kampus membubarkan massa. Dua orang dosen, Fadlan Bachtiar, MSn dan M.Zubir MSn mengalami luka serius akibat pemukulan aparat. Aksi kekerasan tersebut kemudian tersebar di media sosial dan menjadi viral. Sejumlah pemerhati dan aktivis budaya menyesalkan tindak kekerasan di areal lembaga pendidikan.[] Sumber: Serambi Indonesia
Editor: Tim Redaksi
