![]() |
| Ketua Umum Komisariat FKIP Unsyiah, Wanhar Lingga. |
Banda Aceh - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Unsyiah menyampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah yang baru dilantik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Hal itu disampaikan Ketua Komisariat HMI FKIP Unsyiah, Wanhar Lingga, kepada portalsatu.com, Rabu, 5 Juli 2017.
"Sebagai suatu Provinsi yang mempunyai keistimewaan sudah seharusnya Aceh menjadi model pendidikan bagi provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia," kata Wanhar.
Harapan itu disampaikan Wanhar karena mengingat pendidikan di Aceh yang ada saat ini jauh tertinggal dengan provinsi lainnya yang ada di Indonesia.
"Kenyataannya Aceh justru masih jauh tertinggal dengan provinsi lain," jelas Wanhar.
"Untuk menunjang pendidikan di Aceh tentunya tumpuan dan harapan masyrakat Aceh ada di tangan Gubernur Irwandi Yusuf. Kami yakin beliau akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh," jelasnya lagi.
Wanhar menjelaskan, banyaknya program yang tidak jelas dengan mengatasnamakan pendidikan harus dihentikan. Dia lebih mengusulkan jia program untuk pendidikan harus fokus kepada sarana dan prasarana serta tenaga pengajar, karena itu yang lebih dibutuhkan.
"STOP Kapitalisme pendidikan. Meningkatkan kualitas tenaga pengajar, dan pengadaan sarana dan prasarana sekolah juga harus ditingkatkan di setiap penjuru Aceh. Jangan lagi ada kesetimpangan pendidikan di Aceh semua harus pukul rata sehingga terwujudnya masyarakat Aceh adil dan makmur yang di ridhai Allah swt," jelas mahasiswa Bahasa Inggris Unsyiah ini.
Sehubungan dengan itu, pendidikan karakter juga diperlukan bagi masyarakat Aceh melalui pendidikan agama di samping pendidikan lokal. Hal itu agar generasi Aceh kedepan lebih intelektual dan berakhlak.
"Aceh saat ini perlu dengan pendidikan berkarakter, berkualitas, dan merata. Pendidikan berkarakter mutlak diperlukan tidak hanya di bangku sekolah saja namun sampai keperguruan tinggi," kata Wanhar.
"Persaingan dunia pendidikan kedepan sangatlah besar, jika tidak dibekali dengan pendidikan karakter ini harus menjadi titik serius agar lulusan peserta didik tumbuh menjadi manusia yang berbudi luhur dan berakhlak mulia," katanya lagi.
Editor: Tim Redaksi
