Siapkan Indonesia Emas 2045 Lewat Social Movement Summit Unpad 2017![]() |
| Kegiatan Workshop Indonesia Social Movement Summit (ISMS) 2017 di Kampus Unpad, Jatinangor, Minggu, (17/09/2017). |
Bandung - BEM KEMA Unpad Kabinet Arkananta melalui Departemen Sosial Masyarakat turut mendukung upaya persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satunya lewat acara Indonesia Social Movement Summit (ISMS) 2017 yang berlangsung selama empat sesi dari tanggal 17 september hingga 1 Oktober 2017.
Kegiatan ini dibuka dengan workshop bagi calon penggerak pergerakan sosial yang disebut dengan Kelas Inisiator, Minggu, (17/09/2017). Hadir dalam sesi Kelas Inisiator yaitu para pementor praktisi profesional yang ikut mendampingi peserta dalam empat bidang yang berbeda-beda.
Aini Bening, salah satu panitia Indonesia Social Movement Summit 2017 menjelaskan, kelas Inisiator merupakan rangkaian pra-event bagi calon agent of change untuk mengembangkan ide. Ide tersebut nantinya bisa terealisasikan dalam suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial.
“Keluaran dari kegiatan ini diharapkan semakin maraknya inisiator penggerak sosial yang dapat meningkatkan partisipasi kontributif dalam pergerakan sosial baik di kampus maupun di daerah asalnya,” katanya.
BEM KEMA Unpad Kabinet Arkananta melalui Departemen Sosial Masyarakat turut mendukung upaya persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Salah satunya lewat acara Indonesia Social Movement Summit (ISMS) 2017 yang berlangsung selama empat sesi dari tanggal 17 september hingga 1 Oktober 2017.
Kegiatan ini dibuka dengan workshop bagi calon penggerak pergerakan sosial yang disebut dengan Kelas Inisiator, Minggu, (17/09/2017). Hadir dalam sesi Kelas Inisiator yaitu para pementor praktisi profesional yang ikut mendampingi peserta dalam empat bidang yang berbeda-beda.
Aini Bening, salah satu panitia Indonesia Social Movement Summit 2017 menjelaskan, kelas Inisiator merupakan rangkaian pra-event bagi calon agent of change untuk mengembangkan ide. Ide tersebut nantinya bisa terealisasikan dalam suatu organisasi yang bergerak di bidang sosial.
“Keluaran dari kegiatan ini diharapkan semakin maraknya inisiator penggerak sosial yang dapat meningkatkan partisipasi kontributif dalam pergerakan sosial baik di kampus maupun di daerah asalnya,” katanya.[] Sumber: kabarkampus.com
Editor: Tim Redaksi
