UKPM Sumber Post UIN Ar-Raniry Gelar Pelatihan Jurnalistik
![]() |
| @Doc. Istimewa |
Banda Aceh - Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Sumber Post UIN Ar-Raniry, menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar, di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Minggu, 8 Oktober 2017, sore.
Pelatihan yang dilaksanakan mulai pagi hingga sore tersebut, dibuat untuk memberi pemahaman mengenai kegiatan dunia jurnalistik.
"Targetnya, peserta bisa jadi pembaca berita yang cerdas, dan mengetahui dasar jurnalistik," kata Ardy selaku ketua panitia.
Adapun para pemateri yang diundang oleh panitia, di antaranya Afifuddin Acal dari merdeka.com yang juga anggota Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Zuhri Noviandi dari mediaaceh.co, dan Heri Juanda dari AP Images.
Afifuddin, dalam materinya mengulas tentang Kode Etik Jurnalistik. Dia menjelaskan, ada banyak orang menjadi wartawan abal-abal karena bekerja tidak mengikuti kaedah jurnalistik, seperti tidak boleh terima suap dan membuat berita tanpa melakukan proses verifikasi.
"Verifikasi itu hal penting dalam jurnalistik. Dulu, wartawan dipercaya beritanya karena ketat dalam verifikasi," ungkapnya.
Afifuddin menambahkan, di zaman banjir informasi seperti saat ini, wartawan abal-abal kerap tidak melakukan verifikasi atas informasi yang didapatnya, misalnya dari media sosial. Selain itu, dia juga mencontohkan beberapa kasus pelanggaran etika jurnalistik.
Pemateri lainnya, Zuhri, memberikan materi tentang penulisan Straight News. Dia memulai dengan meminta kepada peserta, untuk menulis judul tentang pelatihan tersebut, lalu dilanjutkan mengenai materi berita, jenis berita, unsur dan langkah reportasi, macam-macam lead, dan lainnya.
Setiap orang punya pandangan yang berbeda dalam membuat berita. Karenanya meski ada banyak wartawan yang meliput satu kegiatan, isi beritanya berbeda. Dia lantas membaca judul-judul berita yang dibuat tadi.
"Ini gak ada yang sama kan? Jadi sebenarnya untuk milih sudut pandang berita itu nggak sulit," jelasnya Zuhri.
Heri Juanda menyampaikan materi foto jurnalistik melalui layar proyektor. Ia menggunakan foto-fotonya sendiri dalam menjelaskan materinya, tentang foto jurnalistik, jenis-jenisnya, elemen dalam foto, hingga penulisan keterangan foto.
Mengutip seorang pekerja di Majalah Life, Heri Juanda menyampaikan, penulisan caption foto juga tidak kalah penting dalam foto jurnalistik. Ia lantas memperlihatkan foto anak-anak bersama orang tua duduk di belakang mobil bak terbuka. Tidak ada keterangan apapun dalam foto itu.
"Coba lihat foto ini, kalian tahu apa maksudnya?" tanya pria yang akrab disapa Herju ini. Peserta mencoba menjawab dengan nada bingung.
"Itu foto orang yang bersiap-siap mengungsi usai gempa di Aceh tahun 2010. Kalau tidak ada keterangan foto, kita bingung apa maksud foto itu."
Ketua Sumberpost, Muhammad Fadhil menyebutkan, pelatihan jurnalistik tingkat dasar merupakan agenda tahunan UKPM Sumberpost. Mulai tahun lalu, kegiatan itu dibuat untuk umum.
Editor: Tim Redaksi
