Lhoksukon - Siswa SMA Negeri 1 Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara memprotes pemindahan sejumlah guru bidang studi, Senin, 26 Februari 2018. Sebagai bentuk protes, mereka membuat sejumlah tulisan di kertas karton dan papan pengumuman. Di antaranya, kami tidak terima guru kami dipindahkan.
Lima guru yang dipindah yaitu, Al Imran, S.Pd (guru penjaskes), Abdullah, S.Pd (matematika), Ismaliyana, S.Pd (fisika) dan dua guru agama Islam, Lukman, S. Ag dan Badriah, S. Ag.
“Ya, kemarin (Senin) para siswa mempertanyakan kenapa guru dipindah. Awalnya hanya beberapa siswa yang datang, kemudian terus bertambah hingga menjadi ramai, tapi bukan demo. Kebetulan di lokasi ada komite, kita juga menghubungi pihak keamanan (polisi). Permasalahannya, seolah-olah pindah itu dilakukan kepala sekolah. Padahal kepsek hanya diminta data oleh dinas terkait jumlah guru dan bidang studi apa yang dipegang, guru apa yang kurang dan guru apa yang lebih,” kata Kepala SMAN 1 Baktiya Barat, M Isa saat dihubungi mediaaceh.co, Selasa 27 Februari 2018.
Pemindahan dilakukan karena jumlah guru beberapa bidang studi sudah lebih dari yang dibutuhkan. M Isa menjelaskan, guru agama yang berstatus PNS tiga orang, sementara yang dibutuhkan di sekolah hanya satu. Demikian juga dengan guru fisika yang berjumlah dua orang, sedangkan yang dibutuhkan satu orang.
“Seperti halnya guru agama yang dibutuhkan satu orang dengan waktu mengajar 30 jam. Mereka dipindahkan ke sekolah yang tidak ada gurunya (sesuai bidang studi). Itu dilakukan agar setiap guru tersebut mendapat sertifikasi. Di antara guru yang dipindah itu, ada yang tidak terima, terjadilah provokasi di siswa. Itu permasalahannya,” ujar M Isa.
Saat itu (Senin), M Isa mengaku sedang berada di SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye karena ada guru di sana yang melapor agar diterima di SMA N 1 Baktiya Barat.
“Saya bilang tidak bisa terima dulu karena guru saya belum tentu bisa keluar ke tempat lain karena begini keadaannya. Saya datang menyampaikan itu ke Kepala SMAN1 Tanah Jambo Aye. Jika memang ada kebijakan dinas bergerak pindah, barulah pindah. Sekarang ini kami berharap biarlah selesai dulu semester ini. Nota dinas seharusnya awal semester kemarin, namun baru sekarang sampai ke kita dan kita juga tidak ambil sikap mengeluarkan guru. Itu pemberitahuan melalui Whatsapp, hanya saja disikapi secara berlebihan. Setelah kita jelaskan kemarin, sudah diterima baik guru atau siswa. Ternyata hanya miskomunikasi saja. Hari ini siswa sudah belajar kembali,” tutup M Isa.[] Sumber: Mediaaceh.co
Editor:
Tim Redaksi
Tim Redaksi
