Lukman Hakim Resmikan Gedung Baru STAIN Gajah Putih Takengon - CAKRA HIMAS FKIP UNSYIAH

Breaking

Thursday, March 1, 2018

Lukman Hakim Resmikan Gedung Baru STAIN Gajah Putih Takengon

Lukman Hakim Resmikan Gedung Baru STAIN Gajah Putih Takengon

Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, telah meresmikan Gedung Ruang Kuliah Terpadu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, Rabu, 28 Februari 2018. (Doc. Istimewa)
Banda Aceh - Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, telah meresmikan Gedung Ruang Kuliah Terpadu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, Rabu, 28 Februari 2018, kemarin.

Peresmian itu dilangsungkan di halaman kampus baru tersebut yang berlokasi di dataran tinggi Gayo, Kecamatan Silihnara, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Dalam sambutannya Lukman memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak, khususnya kepada  civitas akademika kampus tersebut yang telah berupaya untuk memajukan STAIN Takengon.

"Apresiasi juga saya sampaikan kepada Pemda (Pemerintah Daerah) Aceh Tengah yang telah memberikan dukungan sangat besar dalam memajukan PTKIN di Aceh Tengah," kata Lukman.

Dia berharap pihak civitas akademika kampus ke depan dapat memberikan ruh dan jiwa dalam pemanfaatan sarana prasarana fisik yang baru ini. Menurutnya, gedung ini sangat tergantung pada bagaimana proses pemanfaatannya.

"Kita jangan hanya pandai membangun tapi tidak pandai menjaga dan merawatnya," ujarnya.

"Pandai-pandailah merawat dan menjaga sehingga ada jiwa yang mencerminkan STAIN Takengon sebagai manifestasi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Sebagai perguruan tinggi yang membawa entitas Keagamaan dan ruh Islam serta tidak terlepas dari konteks keindonesiaan," ujarnya lagi.

Sementara itu, Ketua STAIN Takengon, Zulkarnain, menyampaikan bahwa gedung baru ini dibangun di atas tanah Pemda yang dihibahkan pada 2 Ramadlan 1437H lalu.

"Sertifikat tanah diserahkan langsung di hadapan Menag di kantor Kemenag pusat," ungkapnya.

Dia mengatakan, angka partisipasi kasar mahasiswa STAIN Takengon setelah menjadi negeri terus meningkat. Pada tahun lalu, peminat yang mendaftar mencapai 2.050, sementara yang  diterima hanya 631 mahasiswa. Hal ini dikarenakan keterbatasan ruang kuliah yang dimiliki oleh kampus tersebut.

"Tahun ini sudah ada penambahan ruang kuliah baru sehingga kami  menyiapkan kuota untuk 1.005 mahasiswa," ungkapnya lagi.

Saat ini, tercatat sekitar 3.500 mahasiswa yang belajar di STAIN Takengon. Mereka belajar pada tiga jurusan, yaitu: Syariah, Ushuluddin dan Dakwah, serta Tarbiyah. Total ada dua belas program studi, yaitu: Tadris Matematika, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Komunikasi Penyiaran Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru MI, Perbankan Syariah, Hukum Tata Negara (Siyasah), serta Ilmu Alquran dan Tafsir.

Berdasarkan siaran pers yang diterima, Kamis, 1 Maret 2018, adapun yang hadir pada acara peresmian tersebut, di antaranya Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar, Kadis Syariat Islam Provinsi Aceh Munawar Jalil, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Arskal Salim, dan civitas akademika STAIN Takengon.

Editor:
Tim Redaksi
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment