Suara Hati Selebritis Indonesia Saat Hari Perempuan Internasional
| Selebritis yang menyuarkan aspirasinya. (Doc. Istimewa) |
Jakarta - Wanita di seluruh penjuru dunia sedang merayakan Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day yang diperingati setiap tanggal 8 Maret, tak terkecuali Indonesia.
Negara dengan tingkat kependudukan dan kriminalitas yang tinggi terhadap perempuan ini pun baru saja menggelar aksi Women's March Jakarta pada Minggu, 4 Maret lalu di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Lewat aksi yang tak hanya diikuti oleh perempuan ini melantangkan berbagai kritik kepada sesiapa yang masih menganggap rendah martabat perempuan.
Bukan hanya masyarakat, para selebritis tanah air juga ikut merayakan Women's March dengan menyuarakan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender, diantaranya ialah Hannah Al Rasyid, Arie Kriting, Lala Karmela, Nadine Alexandra Dewi hingga Dian Sastro.
Mereka datang dengan menyuarakan aspirasi untuk para perempuan dan pelecehan seksual yang kian marak dimana-mana.
Hannah Al Rasyid
Aktris blasteran Perancis-Sulawesi ini datang mengenakan kaus putih. Ia juga memoles bibirnya dengan warna nude dan melengkapi penampilannya dengan kaca mata.
Dalam aksinya, ia membawa poster berukuran besar dan mengingatkan kepada semua orang terkait kasus pelecehan seksusal yang saat ini sedang marak.
"Aurat gue bukan urusan lo! Stop Victim Blaming. Stop Pelecehan Seksual," tulisnya.
Poster ini kemudian ramai menjadi perbincangan publik dan menuai kontroversi di media sosial. Tapi jika mengingat ke belakang, setiap ada pemberitaan tentang pelecehan seksual korbanlah yang justru disalahkan mulai dari pakaian, pukul berapa mereka pulang hingga agama.
Ia juga mengingatkan banyak perempuan untuk terus berkembang dan maju menggapai cita-cita yang diimpikannya. Hingga kini, banyak perempuan yang sudah menduduki posisi tertinggi dalam kepimpinan kenegaraan salah satunya ialah Menteri Susi yang dikenal karena berani menenggelamkan kapal asing yang masuk perairan Indonesia.
Arie Kriting
Pelawak asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini juga datang pada saat Women's March lalu. Pria 32 tahun tersebut datang dengan ikut serta menyuarakan kesetaraan gendre di tanah air.
"Karena kita semua lahir dari rahim seorang ibu, maka permasalahan perempuan adalah permasalahan kita semua. Senangnya bisa ikut serta aksi #WomansMarchJKT pagi tadi," katanya.
Ia pun merasa senang ketika melihat banyak gadis kecil yang ikut serta dalam aksi menyuarakan aspirasi perempuan.
"Saya melihat banyak sekali gadis-gadis kecil yang ikut serta. Kesadaran sejak dini seperti inilah yang harusnya kita pupuk bersama. Kesadaran bahwa sebagai perempuan Indonesia, mereka adalah sosok yang penting dan bahagia," imbuhnya.
Tak lupa ia pun berharap tentang kebaikan yang didapat para perempuan terlebih di wilayah Indonesia Timur tentang kesehatan.
"Semoga kesehatan mereka semakin diperhatikan sehingga tidak harus melewati kenyataan harus kehilangan balita mereka hingga puluhan anak, karena gizi buruk," tulis keterangannya pada laman Instagram, Senin (5/3).
Melanie Subono
Tak seperti kebanyakan orang yang membawa poster yang berisi sentilan. Penyanyi yang kerap berkecimpung di dunia sosial ini hanya datang dengan memakai kaus bertuliskan 'Lawan Bersama'. Lawan Bersama menjadi tagar dalam acara Women's March kemarin.
Lala Karmela
"Akhir pekan yang berarti, saya bergabung dalam Women's March pada hari pekan lalu karena saya adalah wanita Indonesia yang menginginkan Indonesia jadi lebih baik untuk wanita maupun pria secara setara, saya melakukan ini karena pesan dari kakek saya yang mengatakan, 'Lala, Be a good Indonesian'," katanya.
Wanda Hamidah
"Perempuan dukung pluarisme di Indonesia. Hapus UU yang diskriminatif," tulis poster yang dijadikan sebagai aspirasi wanita 40 tahun tersebut.
Dian Sastro
Aktris berbakat Dian Sastro juga menyambangi Women's March 2018, tapi bukan dirinya melainkan sebuah potret dari cuplikan film Ada Apa Dengan Cinta 2. Poster tersebut mengingatkan agar tidak menikahkan anak sejak dini.
"Menikahkan anak itu. Jahat," tulis keterangannya.
Seperti diketahui, masih banyak anak dibawah umur yang diharuskan menikah oleh orang tuanya karena berbagai alasan salah satunya ialah masalah ekonomi keluarga.[] Sumber: Akurat.co
Editor:
Tim Redaksi
Numpang promo ya Admin^^
ReplyDeleteajoqq^^cc
mau dapat penghasil4n dengan cara lebih mudah....
mari segera bergabung dengan kami.....
di ajopk.biz...^_~3:23 PM 15-Sep-20
segera di add Whatshapp : +855969190856