![]() |
| Ilustrasi @Doc. Istimewa |
Setiap tahunnya, pihak universitas yang ada di Indonesia selalu membuka dan melakukan penerimaan mahasiswa baru dengan menawarkan berbagai jurusan ataupun program studi (prodi). Dalam masa promosi, pihak universitas sendiri juga tidak mau ketinggalan dengan mengeluarkan program-program unggulan agar menjadi daya tarik bagi para calon mahasiswa.
Banyaknya jurusan atau prodi unggulan yang ditawarkan dari berbagai universitas menjadikan calon mahasiswa bingung dan sibuk karena harus memilih jurusan yang ingin dimasuki. Hal itu dikarenakan momen tersebut menjadi suatu yang sangat penting dan sangat berkaitan dengan karir di masa depan. Oleh karena itu harus dipikirkan secara matang ataupun dengan baik sebelum menyesal dikemudian.
Namun harus disadari untuk dapat mewujudkan itu semua tidaklah mudah. Setelah menjadi mahasiswa dan untuk dapat mewujudkan cita-cita di masa yang akan datang, ada hal yang harus ditempuh yakni pendidikan. Pada masa pendidikan inilah yang terkadang menjadi tantangan yang cukup sulit sehingga diperlukan dedikasi yang maksimal dan kerja keras.
Ada beberapa jurusan kuliah yang dikenal sangat sulit di Indonesia. Berikut ini akan dijelaskan terkait kesulitan dari masing-masing jurusan tersebut.
1. Teknik Sipil
Salah satu cabang ilmu teknik ini termasuk jurusan paling sulit namun juga paling diminati di Indonesia. Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas. Di dalamnya meliputi matematika, fisika, biologi, geologi, lingkungan, hingga komputer dengan peranannya masing-masing.
Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan kebutuhan manusia dan pergerakannya. Tak heran, mahasiswa teknik sipil harus memahami bagaimana merancang, membangun, dan merenovasi, tidak hanya gedung dan infrastruktur, tapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia.
2. Ilmu Ekonomi
Dinamisnya perilaku manusia dalam prinsip ekonomi secara tidak langsung memengaruhi jurusan yang satu ini. Yang dipelajari tentunya tak hanya uang, tapi juga perilaku atau sebab akibat dari kegiatan ekonomi.
Tiga ilmu inti ekonomi yang nantinya mesti dipelajari di jurusan ini yakni ekonomi makro, ekonomi mikro, dan alat kuantitatif. Belum lagi cabang ilmu ekonomi seperti ekonomi publik, ekonomi moneter, ekonomi pembangunan, ekonomi bisnis, dan lain-lain.
Dengan demikian, untuk memasuki jurusan ini dibutuhkan keterampilan verbal, konsistensi, dan kemauan keras.
3. Matematika dan Statistika
Sebagaimana namanya, matematika telah melekat dengan kesan sulit. Memahami matematika membutuhkan kerja keras dan dedikasi. Dengan demikian, kamu harus menghabiskan waktu dan usaha untuk memahami bahasa matematika yang dipenuhi rumus, teori, angka. Tidak heran, kalau kamu tidak menyukai matematika, kamu dipastikan akan frustasi.
Matematika sering disebut sebagai ibu sekaligus pelayan ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan, matematika menjadi ilmu pengetahuan dasar bagi ilmu pengetahuan terapan sekaligus mempermudah penyelesaian permasalahan dalam ilmu-ilmu lainnya.
Bahasa matematika yang dipenuhi rumus, teori, dan angka adalah sesuatu yang harus dihadapi setiap hari. Nantinya, lulusan ini diarahkan untuk dapat menciptakan solusi permasalahan dari fenomena-fenomena kehidupan dengan menyederhanakan permasalahan tersebut menjadi model matematika.
Sedangkan statistika sebagai turunan dari matematika, membuat orang yang memilih jurusan ini harus berjibaku dengan tabulasi dari data. Dibutuhkan kemampuan mengolah dan menyajikan data dalam bentuk analisa yang berguna bagi kemajuan dan perencanaan masa depan.
4. Arsitektur
Jangan dikira untuk masuk jurusan ini hanya butuh kemampuan menggambar. Teknik Arsitektur justru merupakan perpaduan antara seni dan teknik bangunan yang di dalamnya termasuk perencanaan, konstruksi, dan penyelesaian dekoratif yang mempelajari bentuk fisik ruang buatan.
Arsitektur tak hanya terbatas pada bangunan saja interior, eksterior, kawasan, dan lebih luas mempelajari perencanaan kota. Yang dipelajari dalam teknik arsitektur bukan hanya sekadar belajar menggambar.
Dibutuhkan ide kreatif, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengetahuan luas tentang banyak hal agar bangunan dapat berfungsi dengan baik.
5. Farmasi
Biasanya, yang pertama terlintas dalam pikiran saat mendengar jurusan ini adalah obat-obatan. Tak sepenuhnya salah. Farmasi mempelajari seluk-beluk obat-obatan alami maupun sintetik.
Jurusan yang paling banyak diincar di Indonesia ini mengharuskanmu memiliki pengetahuan yang baik di bidang Kimia, Biologi, Kesehatan Masyarakat, sampai ke Manajemen dan Pemasaran.
Untuk bisa lulus dari jurusan ini, butuh pengorbanan besar. Laporan praktikum yang menumpuk adalah sesuatu yang harus dihadapi saat memilih jurusan ini.
6. Teknik Informatika
Mahasiswa di jurusan ini nantinya harus mempelajari bagaimana penerapan logika matematika dalam pengelolaan informasi yang meliputi transformasi data atau pengolahan fakta simbolik dengan memanfaatkan teknologi komputer. Kemampuan utama yang dibutuhkan untuk jurusan ini yakni berpikir logis dan terstruktur.
Pada perkembangannya, mahasiswa teknik informatika diantuk untuk menguasai ilmu dan keterampilan rekayasa informatika, serta menciptakan piranti lunak dalam pengolahan data. Bisa dibayangkan betapa peliknya jurusan yang satu ini.
7. Kedokteran dan Bedah
Mahasiswa kedokteran nantinya selalu berhubungan dengan kehidupan manusia yang beragam dan dinamis. Perlu penguasaan di bidang mendiagnosis dan mengobati penyakit serta cara-cara mencegahnya. Tak hanya dari aspek medis, tapi juga dari aspek psikis, sosial, dan budaya.
Tak hanya ilmu dasar seperti anatomi, fisiologi, biokimia, yang harus dipelajari nantinya, tapi juga pendamping ilmu klinis seperti patologi, farmakologi, psikiatri, dan lain-lain. Tak heran, setidaknya butuh waktu 5-6 tahun untuk menyelesaikan kuliah di jurusan ini.
Meskipun ketujuh jurusan yang dijelaskan di atas menjadi jurusan tersulit di Indonesia, akan tetapi bukan berarti jurusan kuliah lainnya tidak sulit. Semua itu kembali lagi kepada individu yang menjalani dan berkecimpung di jurusan kuliah tersebut.[] Sumber: Liputan6.com
Editor: Tim Redaksi
Editor: Tim Redaksi
